Arthur Menjalani Asessment Penglihatan (lagi), dan hasilnya…….

Sekitar setahunan yang lalu Arthur pernah menjalani asessment penglihatan di yayasan Layak low vision.

ceritanya ada di link berikut :

Waktu itu, arthur masih usia setahun. Dia belum bisa berkomunikasi sehingga belum bisa memastikan bagaimana hasil asessment tersebut.

Sebenernya udah sejak akhir tahun 2017 kemarin Arthur ditelepon diminta datang lagi ke Layak low vision untuk “kontrol” asessment lagi.

Tapi karena bolak balik jogja bekasi dan juga ngepasin kondisi Arthur (Sempet batuk pilek), baru deh bisa dateng ke Layak bulan februari 2018.

Ditemenin uti, kita naik kereta. Papanya nggak bisa ikut nemenin karena nggak bisa ijin dari kantor.

Sampai di Layak, Arthur pas lagi on. Dia ngobrol, cerita, main kesana kemari. Sayangnya yang mau meriksa Arthur masih perjalanan abis dari SLB pembina Lebak Bulus. Jadi Arthur nunggu dulu sambil main.

Pas yang meriksa Arthur dateng, mungkin Arthur nya udah agak bosan dan capek abis main. Jadinya malah agak ngambek dan minta pulang mulu. Akhirnya di periksanya sambil gendongan nemplok emaknya.

Arthur diperiksanya pakai alat funduscope, yang kayak teropong gitu. Karena arthur nemplokan mulu, aku jadi ngga sempet fotoin saat Arthur diperiksa.

sebenernya aku dan papanya arthur udah bisa menebak hasilnya bagaimana. Karena aku udah tau bagaimana si ROP stage 5 ini telah merusak mata Arthur.

Arthur hanya respon sama cahaya saja. Ketajaman penglihatannya hanya sebatas cahaya/ sinar saja. Dan tidak ada alat yang dapat membantu penglihatan arthur. Baik itu kacamata, loop maupun alat bantu penglihatan lainnya.

Karena retina arthur udah lepas tidak berada di tempat yang seharusnya.

Kondisi Arthur semacam ini (hanya respon cahaya) ada yang bilang termasuk low vision karena dia masih bisa respon. Tapi ternyata, respon yang berupa cahaya saja termasuk totally blind. Yahh.. aku juga masih belum bisa memastikan juga sih arthur itu sebenernya low vision atau totally blind. Aku nggak mau ambil pusing, karena masih banyak yang harus dipikirkan dan dipersiapkan untuk Arthur. Kemandiriannya, mobilitasnya, sekolahnya, dll.

Dan yang jelas dia akan membutuhkan white cane dan harus belajar huruf braille.

Arthur disarankan untuk memakai kacamata, tetapi bukan untuk membantu penglihatannya karena kacamata pun tidak akan berpengaruh membantu ketajaman penglihatannya. Tetapi, kacamatanya untuk mengurangi kegiatan Arthur menekan mata. Ini memang PR buanget bagi semua ortu yang memiliki anak tuna netra, khususnya ROP stage 5. kebiasaan jelek ini memang susah banget dihilangkan, karena anak merasa mendapatkan kenyamanan. disaat menekan mata. Dia merasa melihat. Coba aja deh kita tekan mata, pasti merasa ada cahaya merah abstrak atau semacamnya. Itulah yang membuat Arthur merasa nyaman dan senang, padahal itu kebiasaan buruk karena bisa membuat mata menjadi tidak simetris, apalagi Arthur masih dalam masa pertumbuhan dan berpengaruh dengan pertumbuhan matanya jika kebiasaan ditekan-tekan.

Orang yang melihat keseharian Arthur pasti menyangka bahwa Arthur masih memiliki sisa penglihatan entah samar, buram, atau blur.

Padahal saat dilakukan asessment, kenyataannya tidak. Dia hanya ada respon dengan cahaya saja.

Kata bu prima, Arthur seperti masih punya sisa penglihatan karena Arthur diberikan stimulasi sejak dini sehingga Arthur terlihat Alami. Ya, Alhamdulillah Arthur tumbuh kembangnya baik. Tidak ada hambatan maupun delay di millestones motorik kasarnya. Karena memang sejak arthur terdiagnosa kami fokus ke tumbuh kembangnya.  Saat ini,Dia hanya ketertinggalan di motorik halus, kegiatan yang menggunakan penglihatan. Bisa dikejar dengan okupasi terapi / sensori integrasi sebenernya, tapi besok mau coba konsultasi dengan dsa sub tumbang dulu apakah memang diperlukan untuk Arthur.

Kalau dari pihak yayasan Layak low vision, menyarankan Arthur agar sekolah, karena sekolah menjadi salah satu bentuk terapi untuk Arthur. Kegiatan playgroup kan biasanya juga memasukkan okupasi terapi untuk melatih motorik halus anak.

Kemarin Arthur memang sempet waiting list di salah satu Playgroup di jogja, yaitu pedagogia. Playgroup dan TK tersebut milik UNY. Aku coba menghubungi pedagogia dan menanyakan apakah Arthur masuk kuota ABK yang masuk di tahun ajaran baru besok. Ternyata Arthur nggak masuk kuota tahun ajaran baru 2018/2019 besok. Jadi sepertinya tahun ini sekolahnya di pending dulu, lanjut homeschooling sama mama dirumah. Sambil cari info sekolah inklusi lainnya, dan juga besok kalau pulang ke jogja mau nyamperin SLB A yaketunis jogja untuk tanya info disana. 

Sewaktu aku diberi penjelasan , bahwa penglihatan arthur tidak bisa dibantu oleh alat apapun. Aku rasanya biasa aja, aku juga heran sih ngga ada sedih atau galau.

Karena aku dan papa arthur sudah tau kemungkinan terburuk dan sudah mempersiapkan Arthur harus bagaimana. Aku malah jadi sedih itu waktu aku WA ngabarin ibuku, eyangnya Arthur. Kata-kata ibu memang menenangkan, tapi aku antara terharu, sedih. Malah jadi mewek….

admin