Arthur sudah ikut ORI (Outbreak Response Imnunization) 

Arthur akhirnya udah ikut ORI (Outbreak Response Imnunization). Karena sedang ada wabah difteri. Sebenernya 2minggu yang lalu udah dibawa ke puskesmas buat vaksin, emalah tau-tau dia demam jadinya tunda dulu vaksinnya 😅

Demam nya kayaknya karena masuk angin soalnya terus pilek. Kalau cuma pilek doang, sebenernya nggak apa-apa vaksin, cuma karena pake demam segala jadi aku tunda dulu aja.



Dari puskesmas sempet dikasih antibiotik dan obat puyer racikan. Aku agak underestimate sebenernya kalau obat macem gini.  Akhirnya, aku putuskan untuk nggak ngasih antibiotik dan obat puyer itu buat Arthur. Toh demamnya baru beberapa jam, belum yang beberapa hari. Aku cuma kasih Arthur paracetamol aja.

Dan waktu itu, Arthur demam pas di puskesmas dan siang pulang dari puskesmas aja. Sorenya dia udah nggak kenapa-kenapa. Kayaknya modus biar nggak disuntik, hahaha..



Oke, kembali lagi ke pembahasan vaksin difteri.

Sebenernya Arthur udah dapet vaksin DPT 4x. Waktu itu dikasih combo sama dsa, 2x Pediacel dan 2x Hexaxim. Tapi karena difteri sedang mewabah dan menjadi Kejadian Luar Biasa di beberapa provinsi di Indonesia, Arthur ikutan ORI deh. ORI ini, dikasih nya pentabio untuk bayi dan balita. Dengan pemberian 3 kali, diberi jarak 0-1-6 bulan. Jadi kudu disuntik wajib sesuai jadwal yang dikasih ya, jangan cuma 1 atau 2 kali aja. Tapi kudu 3 kali, supaya vaksinnya bisa bekerja optimal.

Menurut Artikel yang aku baca, konon difteri ini sudah sempat hilang lho di Indonesia. Karena pemerintah sudah memberikan program vaksin DPT ke bayi dan balita. Namun karena adanya golongan antivaksin, difteri muncul kembali dan mewabah, yang akhir-akhir ini warbyasak kejadiannya. Dan orang-orang yang terkena difteri itu sebagian besar karena tidak mendapat vaksin difteri. Atau udah vaksin tapi cuma sekali doang.




Kayak gimana sih penyakit difteri itu?


Coba googling aja deh. Banyak gambar yang mengerikan keluar. Dan beberapa waktu yang lalu sempet sliweran di timeline facebook juga. Jangan sampai kita ataupun orang di sekitar kita menjadi penderita difteri. Yang belum ORI buruan deh ke posyandu, puskesmas, rumah sakit. Pemerintah sudah menggratiskan kok. Dan beberapa RS pun menggratiskan vaksin difteri untuk dewasa juga.

Tidak memberikan vaksin, bukan hanya merugikan diri sendiri tapi orang lain disekitarnya. Karena difteri ini penularannya juga melalui udara, batuk, bersin.


Nggak usah suudzon sama vaksin. Kalo mikir vaksin bikin sakit, bikin anak gini gitu, mengandung ini itu, halal haram dsb. Lebih baik cari info yang valid dari sumber terpercaya dulu deh. Jangan asal percaya berita sembarangan atau asal percaya omongan orang lain.

Cuss main aja ke grup gesamun (gerakan sadar imunisasi). Baca-baca disana, disana juga banyak kalangan medis dan dokter kok  Jangan berpikiran pendek untuk menjadi antivaks.

Kalau masalah ASI vs sufor, terserahlah.. Tapi kalo vaksin vs antivaks. Kudu di rukiyah…

Ibarat kalo naik motor nggak pake helm. Nggak ada yang pengen kecelakaan, tapi nggak ada yang tau juga kapan kecelakaan, jadi lebih baik pake helm kan.



Gimana Vaksinnya Arthur?


Alhamdulillah kami sebagai ortunya, ingin memberikan yang terbaik. Arthur vaksin insyaAllah lengkap. Sampe aku nggak tau mana yang dibilang wajib, tambahan, booster,dll. Pokoke dikasih semua sesuai jadwal dari IDAI.

Arthur baru sekali vaksin di posyandu pas MR bulan agustus kemarin, dan baru pertama kali ini vaksin di puskesmas.

Soalnya dulu Arthur kalau vaksin pasti ke RS dengan dsa, sekalian konsultasi. Biar nggak sayang biaya dokternya,hehehe…

Konsultasi nya macem-macem, tapi lebih sering ke masalah tumbuh kembang.


Kalau bayi baru lahir biasanya langsung dapet vaksinasi, Arthur tidak. Karena dia terlahir prematur. Arthur harus nunggu berat badannya diatas 2kg, baru boleh vaksinasi. Jadi aku agak bingung juga kalau lihat jadwal vaksin di KMS yang sesuai usia Arthur. hehehe. Jadi, daripada aku bingung, biasanya setelah vaksin aku tanya “Habis ini vaksin apa lagi dan jadwalnya kapan ya dok?” Dan dokternya biasanya bikin note khusus di buku KMS untuk reminder vaksin berikutnya.

Semoga lingkungan Arthur nggak ada yang antivaks ya!



Kasian kan, udah ROP kalo kena penyakit macem-macem gara-gara ketularan yang antivaks.

byuuhhh byuuhhh….

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *