Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

Kemarin aku sempat berburu buku-buku touch and feel untuk Arthur. Dan pas ada event Big Bad Wolf 2017, sempet agak kalap juga beli buku anak-anak lewat jastip. Yang tadinya mau beli touch and feel aja, malah beli ini itu. Soalnya harganya pada miring sih (Penyakit emak-emak šŸ˜…).

Sebenernya di Jogja udah banyak buku Arthur yang aku braille kan.

Nah, pas di bekasi project kami adalah mem braille kan buku-buku Arthur yang ada disini. Sekalian biar papa Arthur belajar cara nya bikin huruf braille. Tapi ternyata papa nya Arthur keburu berangkat dinas selama 1 minggu di ujung timur Indonesia. Yaudah deh, nunggu pulang dulu sambil nyicil nge-braillein buku nya.

Aku membuat huruf braille, menggunakan riglet dan stylus. Kapan-kapan aku posting tutorial sederhana tentang cara menulis huruf braille deh. Kertas yang digunakan harus tebal supaya nggak bolong dan mudah diraba. Tapi karena aku mau tempelin ke buku cerita hard book yang didalamnya banyak gambar, jadi aku pakai kertas mika bening yang biasa dipakai untuk sampul. Supaya saat ditempel, gambar atau tulisannya masih terlihat. Biar besok bukunya bisa dipake adek-adeknya Arthur juga.

Alhamdulillah, Arthur mulai bisa dikenalkan dengan buku dan dia mau diajarkan untuk meraba berbagai macam tekstur di buku touch and feel.

<
Day10

#Level3

#FamilyProject

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

admin

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *