Mengenal Gaya Belajar Arthur : Auditori – Kinestetik

Saat aku membaca materi level 4 kelas bunda sayang ini, sebenernya ya bikin sedikit baper juga.

Ketika dijelaskan mengenai 3 gaya belajar anak : visual, auditori dan kinestetik. Karena anak lain pasti bisamelakukan  ke tiganya. Aku jadi agak bingung juga, gimana nanti aku ngerjain tugas level 4 ini. Tapi, ah sudahlah…. Aku nggak mau jadi terlarut, karena aku yakin Arthur bisa seperti anak yang lain dengan caranya sendiri.

Sebelum memulai tugas game di level 4 ini, pada tantangan #day1 kali ini aku akan jelaskan lebih dulu. Karena gaya belajar Arthur sudah terlihat. Yaitu auditori-kinestetik. Auditori yaitu melalui indra pendengarannya, dan kinestetik melalui gerakan maupun indra perabanya.

Keterbatasan penglihatan Arthur, otomatis akan mempengaruhi gaya belajarnya.

Aku sebenarnya ingin skip mengenai gaya belajar visual (gaya belajar dengan cara melihat). Meskipun kami juga sedang berusaha untuk memaksimalkan sisa penglihatan yang dimilikinya. Sesuai saran dari low vision therapist, yaitu Dengan melatih dan mengobservasi sejauh mana serta seluas mana sisa penglihatannya saat ini. Kira-kira objek seperti apa yang bisa dia lihat. Yang jelas dia ada respon dengan cahaya dan benda yang berwarna terang. Meskipun ada kemungkinan nantinya Arthur tidak bisa melihat atau membaca dengan huruf awas, setidaknya dia bisa memanfaatkan sisa penglihatannya tersebut untuk kemandiriannya.

Saat ini salah satu ikhtiar yang kami lakukan adalah menstimulasi, mengembangkan, dan memaksimalkan fungsi indra yang lain. Terutama indra peraba dan indra pendengaran. Sehingga gaya belajar Arthur cenderung auditori – kinestetik. Bukannya kami memaksakan, tapi dia memang harus seperti itu untuk kemandirian dan masa depannya.

Arthur itu anak yang tidak bisa diam. Susah banget ngajak Arthur main sambil duduk anteng, supaya dia sibuk dengan mainannya. Dia lebih suka eksplorasi, jalan kesana kemari sesukanya, meraba ini itu. Dia sibuk bergerak, dan sepertinya nggak punya rasa capek. Sehingga Arthur terlihat sebagai anak dengan type kinestetik.

Sementara itu, dia menerima perintah dan juga tahu ini-itu berdasarkan informasi apa yang dia dengarkan. Apalagi akhir-akhir ini Arthur sedang berada di tahapan “meniru”. Arthur lagi suka belajar ngomong, dengan menambah kosakata baru. Apa yang dia dengar, akan dia tirukan. Meskipun saat ini dia lebih sering menirukan suku kata terakhirnya saja. Jadi, gaya belajar Arthur juga secara auditori.

Misalnya pada Saat orientasi mobilitas, belajar makan, bermain, dan lainnya, Arthur menangkap informasi melalui apa yang dia dengar dan yang dia pegang atau yang sedang dia lakukan. Gaya belajarnya pun langsung terlihat, yaitu perpaduan antara auditori dan kinestetik.

Meskipun Kadang aku jadi baper sendiri melihat anak lain yang sedang bermain koordinasi mata dan tangan, permainan yang menggunakan warna, dan lainnya. Tapi aku yakin suatu saat Arthur pasti bisa dengan caranya sendiri. Koordinasi antara otak dan tangannya.

#Day1

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *