Special Mom For Special Kids (Happy Mothers Day šŸŒ·)

“Mama was my greatest teacher, a teacher of compassion, love and fearlessness. If love is sweet as a flower, then my mother is that sweet flower of love.” — Stevie Wonder.

Aku pernah membaca artikel tentang sosok Stevie Wonder salah satu legenda musik, penyanyi asal Amerika. Dia seperti Arthur, ROP telah mengambil penglihatannya karena kelahirannya secara prematur. Tapi ibu nya tidak pernah membedakan dengan anaknya yang lain. Tidak ada perlakuan khusus. Sehingga kemandiriannya terbentuk dan potensinya tergali. Dia pun tidak merasa minder atau kehilangan kepercayaan diri. Kemudian dia bisa sukses menjadi penyanyi yang mendunia seperti sekarang walaupun dengan keterbatasannya. Semua itu bisa dia capai karena  peran ibunya. Semoga aku bisa menjadi sosok ibu seperti yang dikatakan Stevie Wonder. Untuk membawa Arthur menjadi anak yang hebat suatu saat nanti. Entah di bidang apa potensinya nanti. Semoga salah satunya adalah menjadi seorang Hafidz. 

Kunci utama kesuksesan dan keberhasilan anak adalah Ibu. Ibu dan mama mertuaku pun adalah ibu-ibu yang hebat. Mereka sudah cukup merasakan kerepotan di kehidupan terdahulu, dan aku tidak mau terlalu merepotkan mereka lagi dengan keadaan ini. Sudah waktunya mereka untuk menikmati hidup di usia senja. Ibuku adalah ibu yang tangguh. Sejak kecil beliau sudah merawat mbah uyut. Lalu pontang panting merawat aku dan adikku sejak kecil. Kemudian merawat almarhum bapak ketika bapak sakit. Rasanya aku tidak mau merepotkan ibuku lagi, meskipun aku pasti masih butuh bantuannya.

Mama mertua juga ibu yang hebat, almarhum kakak ipar ku juga seorang penyandang disabilitas. Terdiagnosa down syndrom. Jaman dulu tidak seperti sekarang, yang dipermudah segala hal. Aku harus mencontoh bagaimana tegar dan kuat nya mama mertua dikala itu. Dan bagaimana membesarkan serta merawat seorang mbak tiwo ditengah omongan orang yang nggak enak. 
Masih banyak perjuangan yang harus aku hadapi di luar sana, entah sekarang ataupun di masa depan. Ketika aku merasa lelah, aku selalu teringat bahwa dulu tubuh mungil itu sedang berjuang sendirian di ruang NICU, di dalam box inkubator dengan berbagai macam peralatan yang menempel ditubuhnya. Jika aku menyerah, aku merasa malu sendiri. Bahwa perjuanganku tidak ada apa-apanya dibandingkan perjuangannya, untuk mempertahankan hidup sendirian di awal kehidupannya. Untuk berjuang agar segera berada di dekapan orangtuanya. Dan ternyata perjuangannya tidak sampai disitu. Perjuangannya untuk bertahan hidup dan memahami dunia masih harus terus dia lakukan. Karena di luar sana masih banyak diskriminasi terhadap dunia disabilitas. Dunia ini jahat nak, selama mama masih bisa mendampingimu, mama akan terus memperjuangkan agar kamu mendapatkan apa yang menjadi hak mu.
Menjadi seorang ibu anak special haruslah kuat. Seperti kutipan Retno Hening dari buku happy little soul “Kita harus kuat menjalani peran itu. Bagaimanapun anak akan kuat jika ibunya kuat. Si buah hati itu kini sedang mencoba memahami dunia, menjadi tangguhlah untuknya. Setiap orangtua pasti memiliki perjuangannya sendiri dalam membesarkan anak sesuai harapan, we are special.”

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *